www.lintasblog.com

User blogs

barugratisan

Sepanjang sejarah, madu sudah digunakan manusia untuk mengobati berbagai jenis penyakit, namun baru beberapa periode ini antiseptik dan antibakteri yang berasal dari madu bisa dijelaskan secara kimiawi.


Efek Osmotik[sunting | sunting sumber]

Madu memiliki efek osmotik.[16] Pada dasarnya madu merupakan campuran dari monosakarida dengan aktifitas air yang rendah, kebanyakan molekul air selalu berhubungan dengan gula dan juga mikroorganisme. Hal ini membuat madu menjadi media yang tidak bagus untuk mikroorganisme berkembang biak.


Hidrogen Peroksida[sunting | sunting sumber]

Hidrogen Peroksida terbentuk dari pelepasan yang lambat oleh enzim glukosa oksida yang ada di madu. Hal ini terjadi jika madu dicairkan, dimana oksigen dibutuhkan untuk reaksi ini, aktif hanya jika keasaman madu dinetralisasi oleh cairan tubuh, dapat dihancurkan oleh adanya enzim pencerna protein, dan akan hancur jika madu terpapar panas atau sinar.[17]


Madu juga dapat menonaktifkan logam bebas, yang tidak akan mengkatalisis pembentukan radikal oksigen bebas dari hidrogen peroksida, yang menyebabkan peradangan. Juga, unsur antioksidan dalam madu membantu membersihkan radikal bebas oksigen yang ada..[18]


C6H12O6 + H2O + O2 → C6H12O7 + H2O2 (reaksi oksidasi glukosa)

Pada saat madu digunakan (seperti dioleskan pada luka) hidrogen peroksida dihasilkan saat madu mencair terkena cairan tubuh. Sebagai hasilnya, hidrogen peroksida dilepaskan perlahan lahan dan menjadi antiseptik.


Pengobatan penderita diabetes[sunting | sunting sumber]

Madu juga sudah terbukti bisa digunakan untuk pengobatan luka pada penderita diabetes dimana pasien tidak bisa menggunakan antibiotik.[19]


Karena manisnya dari madu berupa fruktosa dan apabila masuk kedalam tubuh akan langsung diubah menjadi energi tanpa perlu hormon insulin untuk mengubahnya.Sehingga dapat menyembuhkan penderita diabetes.


Keasaman[sunting | sunting sumber]

Keasaman (PH) madu berkisar dari 3.2 sampai 4.5.[20] Kondisi asam ini dapat mencegah tumbuhnya bakteri.


Metilglioksal[sunting | sunting sumber]

Aktivitas antibiotik nonperoksida disebapkan oleh metilglioksal (MGO) dan komponen sinergi yang tidak dikenali. Kebanyakan madu mengandung MGO yang sangat rendah, namun madu manuka mengandung MGO yang sangat tinggi. Tingkat sinergi dalam madu manuka dua kali lipat lebih dari aktivitas antibakteri MGO.[17]


Efek nutraseutikal[sunting | sunting sumber]

Antioksidan dalam madu pernah diujikan pada tikus dan mampu mengurangi kerusakan yang terjadi di usus besar.[21] Hal ini sesuai dengan pengobatan tradisional.[22]


Pengobatan sakit tenggorokan dan batuk[sunting | sunting sumber]

Madu juga sudah digunakan berabad-abad untuk mengobati sakit tenggorokan dan batuk, dan sesuai penelitian yang baru dilakukan, madu dapat meredakan batuk.[23]


post lain: 

jamu kuat

foredi

cara mengatasi ejakulasi dini

obat ejakulasi dini

barugratisan Sep 6 '14 · Tags: madu
Pages: «« « ... 3602 3603 3604 3605 3606