www.lintasblog.com

Penerbangan Bisa Ditunda Saat Musim Panas from review's blog

Kamu pasti sering dengar kalau ada penerbangan yang tertunda akibat cuaca yang buruk.


Namun tahukah kamu ternyata tak hanya  hujan saja yang bisa menunda penerbangan, ternyata terik matahari pun bisa membuat pesawat diminta untuk tak terbang.


Dilansir dari Travel and Leisure, sebanyak 50 penerbangan di Bandara Internasional Phonenix Sky Harbor pernah ditunda karena cuaca yang terlalu panas. 




Bahkan, jika panas masih terus melanda tak menutup kemungkinan jika hampir sebagian besar penerbangan dibatalkan.


Salah satu maskapai yang menunda penerbangannya, American Airlines, mengatakan kalau pesawat mereka memiliki ketahanan terhadap suhu panas maksimal sebesar 47,7 derajat Celcius.


Sedangkan hari itu, cuaca di Phoenix mencapai 48,8 derajat Celcius.  Patrick Smith, seorang pilot dan penulis buku ‘Cockpit Confidential’, menjelaskan secara garis besar kalau suhu yang terlalu panas dapat merusak komponen mesin pesawat, sehingga sangat berbahaya jika tetap dipaksakan untuk terbang.


Ditambah lagi dengan faktor tipisnya tekanan udara yang dapat memengaruhi penerbangan dan pendaratan di bandara.


Sebelumnya, seperti yang dilansir dari CNBC, kondisi yang sama pernah terjadi di Bandara Phoenix pada 26 Juni 1990. Namun, saat itu belum ada catatan berapa penerbangan yang dibatalkan.


Tapi, Kuwait pernah mengalami suhu panas sebesar 53,8 derajat Celcius pada 2016 begitu juga dengan Death Valley di California, sebesar 56,6 derajat Celcius pada 1913.


Lalu, kenapa sih dilarang terbang saat sedang terik?

Dalam kondisi suhu yang sangat panas, udara memiliki dentitas (massa jenis) yang jauh lebih rendah. 


Massa jenis yang rendah inilah yang akan berdampak pada daya angkat sayap pesawat yang menjadi kunci dari aeronautika.


Aeronautika adalah ilmu tentang pengkajian, perancangan, dan pembuatan mesin-mesin berkemampuan terbang atau teknik-teknik pengoperasian pesawat terbang dan roket di atmosfer.


Pada kondisi tersebut, sebuah mesin pesawat memerlukan tenaga dorong yang lebih agar pesawat dapat terangkat seperti sedia kala.

Dilansir dari ABC News, pakar penerbangan Robert Mann mengatakan bahwa udara panas dapat menyebabkan penurunan performa mesin terutama saat lepas landas.


"Karena suhu lingkungan meningkat drastis, dalam hal ini terjadi di Phoenix Arizona, maka performa mesin akan menurun. Terlebih jumlah muatan penumpang juga mempengaruhi kondisi ini," ujar Robert Mann.


"Untuk itu, sebuah pesawat harus mengurangi jumlah muatan penumpang atau kargo yang dibawa. Selain itu pesawat yang tetap terbang dalam kondisi suhu panas dapat mempengaruhi jumlah pemakaian bahan bakar. Dengan kata lain, akan terjadi pemborosan bahan bakar," tambahnya.


Sama halnya dengan laporan yang ditulis oleh International Civil Aviation Organization (ICOA) pada tahun 2016 yang menyatakan, suhu panas akibat perubahan iklim dapat berdampak parah saat lepas landas.


Maka dari itu ICOA menyebut, banyak negara-negara di kawasan Timur Tengah dan sebagian bandara yang terletak di Amerika Selatan menunda jadwal penerbangan jarak jauhnya pada malam hari karena suhu yang lebih dingin.


Beda halnya dengan pesawat besar dengan tipe Boeing 747 dan Airbus yang dapat terbang dengan suhu tinggi. Maka jenis pesawat seperti ini tak terganggu dengan kondisi udara di Phoenix.


Tak hanya di Phoenix, suhu udara ekstrim juga diprediksi akan terjadi di wilayah Furnace Creek, Death Valley California yang bisa mencapai 50 derajat Celsius.


Untuk itu The The Death Valley National Parks mengeluarkan larangan kepada para wisatawan yang ingin berkunjung ke wilayah tersebut.


Studi : Pemanasan Global bisa meningkatkan insiden turbulensi


Fakta seputar pesawat terbang yang sebaiknya kamu ketahui selanjutnya ada tentang sebuah studi yang menyebutkan perubahan iklim bisa meningkatkan turbelensi.


Tim peneliti Universitas Reading, Inggris, mengingatkan kepada otoritas dan maskapai penerbangan, perubahan iklim akan membuat penerbangan makin mengerikan.


Berdasarkan studi tim penelitian tersebut, perubahan iklim akan meningkatkan insiden turbulensi.


Berdasarkan informasi yang dilansir dari Boston Globe, studi tim peneliti asal Inggris ini menemukan adanya peningkatan turbulensi di koridor penerbangan Atlantik Utara, yang meliputi wilayah udara Eropa dan Amerika Utara.


Studi tersebut mengatakan, turbulensi ringan diproyeksikan akan meningkat rata-rata 50 persen, turbulensi sedang meningkat 75 persen, turbulensi moderat meningkat 94 persen, dan turbulensi hampir parah meningkat 127 persen, serta turbulensi parah meningkat 149 persen.


Wah kok bisa ya?

Menurut peneltii dalam penelitan tersebut, penyebab kenaikan turbulensi itu, karena naiknya karbon dioksida atmosfer. Tingkat karbon dioksida akan mengubah arus jet di penerbangan Atlantik Utara.


Menurut sang peneitii, peneliti Universitas Reading, Paul Williams, penelitian ini lebih fokus pada turbulensi parah, sebab jenis ini akan menyebabkan orang masuk rumah sakit.


Dalam studinya, William menguji 21 karakteristik yang berhubungan dengan angin penyebab ragam kategori turbulensi. Salah satunya, yaitu kecepatan angin dan perubahan arah aliran udara.


Dia mengatakan, dalam 50 tahun, jika tidak ada upaya untuk mengurangi konsentrasi karbon dioksida atmosfer, volume turbulensi ringan akan meningkat sampai 59 persen, dan turbulensi parah meningkat dari 36 sampai 188 persen.


William menekankan, ke depan, turbulensi parah memang tetap akan jarang terjadi. Namun, turbulensi ringan yang meningkat akan membuat pilot bekerja keras dan pesawat membutuhkan bahan bakar yang lebih untuk menghindari area turbulensi.


Pakar laut dan atmosfer Universitas Colorado, Amerika Serikat, Kristopher Karnauskas mengatakan, arus jet di atas Pasifik, kemungkinan merespons berbeda atas perubahan iklim.


William memang membatasi area studinya pada Atlantik Utara dan hanya pada musim dingin saja, sebab di masa tersebut merupakan kalender turbulensi tertinggi.


Hasil studi William itu menunjukkan, peningkatan suhu global bisa menyebabkan perubahan aliran udara atmosfer, pergeseran arus udara utama, atau arus jet.

--

Kamu lagi cari website booking hotel murah dan tiket pesawat dengan harga terbaik?

Atau pengen langsung cari hotel di Tawangmangu dengan harga terbaik, langsung dapatkan saja di www.reservasi.com.


Share:
Previous post     
     Next post
     Blog home

The Wall

No comments
You need to sign in to comment